Properti · 15 Dec 2025

Morizono Tancap Gas! Hunian Bergaya Jepang Resmi Diserahterimakan ke Konsumen

← Back to Updates

GPI bersama Sumitomo Forestry Indonesia memulai serah terima unit Morizono kepada konsumen sebagai babak baru pengembangan Gardens at Candi Sawangan. Mengusung “The Art of Japanese Living”, hunian ini menonjolkan desain yang memaksimalkan cahaya dan sirkulasi udara, standar konstruksi SNI dan ASCE, sertifikat EDGE Advanced (energi 68%, air 25%, embodied carbon 24%), serta dukungan solar panel dan sistem smart home.

Perkembangan Sawangan sebagai kawasan hunian baru di selatan Jakarta ikut mendorong permintaan rumah yang bukan cuma “jadi”, tapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan punya nilai investasi jangka panjang. Menjawab kebutuhan itu, PT Graha Perdana Indah (GPI) bersama Sumitomo Forestry Indonesia (SFI) memulai proses serah terima unit hunian Morizono kepada konsumen.

Serah terima ini menjadi penanda babak baru pengembangan kawasan Gardens at Candi Sawangan. Di saat yang sama, momen ini juga menjadi bukti komitmen ketepatan waktu pembangunan serta standar kualitas yang ditawarkan. Setelah serah terima tahap ini, pengembangan berikutnya kembali berjalan untuk target serah terima berikutnya pada 2026.

Konsep “The Art of Japanese Living”

Morizono merupakan hasil kolaborasi yang mengusung konsep “The Art of Japanese Living”. Filosofinya menekankan keseimbangan antara fungsi, ketenangan, dan harmoni dengan alam. Desainnya ditangani arsitek asal Jepang, Takahiro Fuwa, dengan pendekatan yang terlihat sederhana namun detailnya terukur.

Rumah Terang, Sejuk, dan Nyaman

Setiap unit dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Tujuannya jelas: rumah tetap terang dan sejuk tanpa bergantung berlebihan pada lampu maupun pendingin ruangan. Pendekatan ini juga mendorong kualitas hidup penghuni yang lebih sehat dan nyaman untuk jangka panjang.

Standar Konstruksi dan Ketahanan Bangunan

Dari sisi konstruksi, Morizono menerapkan standar yang mengacu pada SNI dan ASCE, dengan pengawasan dari tim ahli Sumitomo Forestry Jepang. Struktur bangunan diperkuat dengan hingga 14 tiang pancang sedalam ±12 meter, serta penguatan tambahan pada dinding untuk meningkatkan ketahanan terhadap gempa.

Selain aspek struktur, rumah juga dirancang rapi dan fungsional: pipa anti-rayap, jalur kabel dan AC tersembunyi, sehingga tampilan tetap bersih dan perawatan jangka panjang lebih mudah.

EDGE Advanced dan Efisiensi Energi

Sejalan dengan visi “Harmony with Nature”, Morizono telah meraih sertifikat EDGE Advanced. Sertifikasi ini memverifikasi kemampuan pengurangan penggunaan energi hingga 68%, penghematan air 25%, serta penurunan jejak karbon material hingga 24% melalui penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.

Fitur Solar Panel dan Smart Home

Sebagai hunian modern, Morizono juga dilengkapi solar panel dan sistem smart home. Fitur yang disebutkan mencakup Smart Door Lock, CCTV outdoor, Smoke Sensor, Alexa Voice Assistant, Smart Light Switch, Smart Doorbell, Smart CCTV Monitoring, Motion Sensor, hingga Smart Contact Sensor. Kombinasi ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kenyamanan penghuni.

Bagian dari Gardens at Candi Sawangan

Morizono merupakan bagian dari Gardens at Candi Sawangan, township berwawasan lingkungan seluas 250 hektar di Sawangan. Kawasan ini disebut telah dihuni lebih dari 1.700 kepala keluarga.

Dari sisi akses, area ini memiliki kedekatan ke dua pintu tol JORR 2 serta alternatif akses melalui Tol Depok–Antasari (beroperasi sejak 2020). Fasilitas penunjang seperti sekolah, universitas, area komersial, dan rumah sakit juga berada di sekitar kawasan.

Catatan tentang Kolaborator

Sumitomo Forestry Indonesia merupakan bagian dari Sumitomo Forestry Co., Ltd., perusahaan asal Jepang yang berdiri sejak 1691 dan tercatat di Bursa Efek Tokyo. Perusahaan ini memiliki pengalaman panjang di bidang kehutanan dan konstruksi berkelanjutan, serta aktivitas serah terima rumah berskala besar di berbagai negara. Di Indonesia, Sumitomo Forestry juga disebut memiliki kepemilikan lahan yang signifikan.